suka duka belajar tarik pusaka

saya memperhatikan sekitar 2 tahun ini ada suatu fenomena baru dalam ilmu tarik pusaka karena dibandingkan dengan blog saya yang lain, dimana mayoritas orang yang bertanya di blog tarik pusaka sepertinya memandang sinis terhadap keilmuan tarik puaaka, awalnya saya berfikir mungkin hanya blog saya saja atau saya baper hhaha , anehnya di blog lainpun sama. sepertinya banyak orang kecewa di blog tarik pusaka saking kecewanya sampai perkataannya pun cukup kasar.

saya tidak masalah tetapi inilah paradigmanya, orang cenderung menginginkan mendapat ilmu dengan cepat, instan tanpa berfikir sang guru sendiripun belajar ilmu berpuluh puluh tahun. jadi ada dalam keilmuan yang disebut kematangan bersikap dan mental sehingga membuat maqom orang itu naik.

selama menyikapi belajar ilmu sesuatu yang instan dan mindset kecewa sepertinya anda akan gagal lagi dan terus akan gagal, lebih baik anda urungkan saja niat belajar tarik pusaka, daripada gagal dan buat makin sakit hati.pengalaman saya mengajarkan hal ini untuk ke murid yang berhasil rata rata mempunyai sikap pasrah, menerima nah ini yang membuat berhasil.

tarik pusaka membutuhkan kesabaran, saya ingat pas saya belajar kebal pun baru dikatakan siap dan mandiri sekitar 18 tahun tetapi untuk sekedar bisa sekitar dua tahun. memang ada yang menayaratkan berat sebenarnya untuk melatih dengan kumkum juga puasa aampai bertapa

itupun ketika berhasil ada proses pengenalan ke khalayak oleh karena itu janganlah termakan bujuk rayu dan perkataan bombastis ya nikmati saja prosesnya nanti juga akan berhasil kok. cuman sekali lagi saya ingatkan , kalau mindset menuntut dan kecewa berkepanjangan, tidak usah diambil, percuma pasti gagal, nah lebih parahnya lagi sudah gagal uang banyak keluar trus ada oknum lagi, makin kecewa dan makin dendam .

ya buat hanya sekedar bisa aja sekitar 2 tahun, untuk dibilang sudah menguasai sampai mengajarkan ke orang lain ya diatas 6 tahun.

Share:

0 komentar